"Makanya, Malilah! Hati-hati kalau gendong Arumi, hampir aja jatuh, kan!" ucap Hanan sambil mengelus tubuh Arumi dan menarik diri, menjauhi Malilah. "Tadi Malilah kepeleset, Dek. Aku pegangin takut Aruminya jatuh," bohong Hanan untuk meredam kemarahan Fania. Fania mundur sambil menarik napas lega. Malilah pun sama. "Ya udah, Dek. Kamu ambilin aja makanan buat Mama. Kamu antar ke kamarnya, tolong suapin sekalian yah!" pinta Hanan. "Kok aku yang suapin?" Suara Fania terdengar ogah-ogahan. "Kan mama masih sakit. Udah, kerjain aja. Ini Malilah juga mau makan soalnya. Sini Aruminya!" perintah Hanan. Malilah cepat-cepat menyerahkan Arumi, kemudian berlalu untuk mengambil piring. Dengan wajah cemberut, Fania mengambilkan makanan untuk mertuanya dan meletakkan ke dalam nampan. "Aku belum s

