Ternyata Panik

1205 Words

"Ya ... ya sudah! Kalau begitu cepat kamu cari Pendonor ASI yang lain! Dan ingat, pastikan latar belakang keluarganya terlebih dahulu, supaya tidak menyusahkan seperti yang ada sebelumya!" Perintah Bu Ratih dengan perasaan panik karena Arumi tak kunjung diam. Hanan pun terpaksa kembali memanfaatkan sosial media. Ia mencoba mencari Komunitas Pendonor ASI. Ada beberapa orang yang memasang tawaran di beranda grup. Satu persatu Hanan membuka profil Si Penawar, dan mengirim pesan via inbox. Namun kebanyakan mempunyai bayi laki-laki. Hanan tak mau sembarangan. Ada beberapa yang bayinya perempuan, namun posisinya sangat jauh dan tentu saja tidak ada yang bersedia seperti Malilah, sekalian ikut tinggal di rumah Hanan. Mereka hanya bersedia mendonorkan ASI dengan mengikuti prosedur resmi. Akhirny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD