"Malilah! Jangan pergi dulu. Kita bicarakan baik-baik semuanya!" Hanan berlari menyusul Malilah. Tapi, Bu Ratih yang sudah menduga Hanan pasti akan mengejar Malilah, langsung bergerak cepat menangkap pergelangan tangan putranya. Dengan kedua tangan, sekuat tenaga Bu Ratih mencengkram tangan Hanan yang jauh lebih kokoh dibanding tangannya. "Hanan! Biarkan dia pergi, atau ibu yang pergi dari rumah ini!" Ancam Bu Ratih dengan nada begitu marah. Hanan yang semula berniat melawan, seketika langsung melemah. "Ma! Aku hanya ingin mencarinya sekali ini saja. Sekali ini saja, Ma. Kasian Lila Ma, dia enggak punya uang sepeser pun, kasih kesempatan dia sekali lagi, Ma ...." pinta Hanan memelas berulang kali sambil menatap wajah ibunya dengan tatapan sayu. "Kamu sudah berlebihan memberi perempua

