Seminggu berlalu dengan cepat. "Malilah, aku hari ini mau keluar mungkin sampai sore. Jaga Arumi baik-baik!" ucap Hanan sambil menggendong Arumi, menunggu Malilah menyelesaikan makannya. "Mau tagihan, Han?" tanya Bu Ratih yang masih berdiri merapikan pekakas dapur bekas memasak. "Iya. Sekalian Ma. Inikan sudah tanggal satu. Aku tagihan sekalian setoran nanti," sahut Hanan pelan. "Oh, ya! Sudah telpon ke Pak Seno? Biar enggak ada yang mangkir lagi?" tanya Bu Ratih. Hanan hanya mengangguk. Malilah meneguk air minum sambil menyimak. Tagihan apa? Harus diselidiki. Malilah berpura-pura membawa Arumi berjemur di teras saat Hanan bersiap-siap berangkat. Ekor matanya kerap melirik Hanan. Malilah penasaran, mau tagihan apa? Jangan-jangan Hanan dan Ibunya adalah rentenir? Jangan-jangan mereka

