Chapter 27

1492 Words

Maya mematung di tempatnya. Matanya terus tertuju ke arah Rifan yang kini sudah ada di samping istrinya. “Est-ce que tu vas bien?" Maya menoleh dan langsung bersitatap dengan pria yang baru saja dipeluknya, yang membuat wajahnya kontan memerah karena malu dengan kelakuannya, barusan. “Pardon.” Maya membungkukkan badannya seraya terus meminta maaf. “C'est tout à fait correct, n'hésite pas et culpabilise! Je suis soulagé si tu vas bien,” ucap lelaki itu seraya menjadi salah tingkah. Pria yang berpenampilan cukup nerd dengan kacamata besar khasnya wajahnya ikut memerah karena tersipu. Mungkin, dalam hati pria nerd itu terus meracau, Mimpi apa dia semalam, dirinya yang jauh dari kata keren dan macho ini bisa sangat beruntung dipeluk oleh cewek yang menjadi bunga kampus ini? Padahal sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD