Nyonya Glory tersenyum ke arah Husna yang sudah membantunya membawakan belanjanya dari pintu lift ke depan rumahnya. “Terima kasih, Nak.” Husna tersenyum di balik niqabnya seraya mengangguk sopan. “Sama-sama, Nyonya. Senang membantu anda.” “Panggil Oma saja, Nak. Oma sangat beruntung bisa menjadi tetangga kalian—pasangan suami istri yang sangat baik dan ramah. Mampirlah dulu ke rumah, Nak.” Husna tersenyum meski tahu Nyonya Glory tidak akan melihatnya. “Terima kasih, Nyo—ah, maksud saya, Oma. Suami saya sedang menunggu di dalam rumah, dia tidak tahu saya akan bertemu anda. Saya takut dia akan menunggu dan mencari saya.” Husna memang meminta izin untuk membuang sampah saja ke luar, tadi, lalu melihat Nyonya Glory kesusahan membawa belanjaannya. “Ah, sayang sekali. Lain kali mampir

