Chapter 29

1774 Words

“Gimana kabar kalian, Ning?” tanya sang ibu mertua di seberang sana. Husna mengangguk seraya tersenyum. “Alhamdulillah, Umah, kami baik. Mas Rifan juga di sini mendapatkan pekerjaan menjadi guru agama anak TK dan SD,” jawabnya seraya melirik ke arah sang suami yang tengah bersiap-siap untuk ke kamar mandi yang tadi izin ingin qodhil hajat. “Masyaallah, Uma ikut senang, dengarnya.” “Iya, Umah. Setidaknya, Mas Rifan tidak akan bosan dan jenuh saat menemani Una, di sini.” Rifa tertawa kecil, menatap menantu tersayangnya dengan penuh kasih dan pengertian. “Mana mungkin putra Umah bosen menemani kamu, Ning? Justru itu yang dia inginkan, sejak dulu.” Wajah Husna merona. Matanya terus terarah pada kamar mandi seakan memastikan jika sang suami sudah benar-benar masuk dan tidak akan kelua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD