Chapter 37

1470 Words

Irwan memberikan ponsel Rifan pada pemiliknya. “Semalam antum sampai rumah pukul berapa, Fan?” Rifan mengambil ponselnya sambil menjawab, “Pukul 23. Ngomong-ngomong, terima kasih sudah memberitahu istri ana dan menjelaskannya. Ana tidak tahu akan seperti apa saat dia mengkhawatirkan ana, semalam.” Irwan mengangguk. “Afwan. Tapi, Fan, apa terjadi sesuatu di jalan? Setahu ana, antum pulang sudah satu jam, lamanya, saat ponsel antum ditemukan.” Rifan menghela napas berat. “Saat pulang, ana tidak sengaja melihat seorang perempuan yang berdiri di atas trotoar. Dia sengaja, dan berniat untuk berlari ke tengah jalan di saat laju kendaraan lagi kencang-kencangnya.” “Astaghfirullaah. Masih ada ya, manusia yang menyia-nyiakan usianya seperti itu? Apa perempuan itu pikir dengan bunuh diri masalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD