Setelah mendengar barang yang pecah, Caroline langsung melesat ke rumah Maya diikuti Husna dan Rifan. Sesampainya di sana, akhirnya mereka bisa bernapas lega karena itu bukan disebabkan oleh Nyonya Glory melainkan teman Maya yang terkejut melihat kedatangan pemilik rumah itu. Tak lama, muncul Maya dari kamarnya. Melihat sang nenek sudah pulang, wajahnya seketika menjadi pucat pasi. “O—Oma, ke—kenapa Oma sudah pu—pulang? Bukankah Oma akan menginap selama dua hari di rumah paman?” Nyonya Glory mengembuskan napas panjang, lalu menghampiri cucunya. “Oma kepikiran sama kamu, takut gak ada teman di rumah. Makanya, Oma putuskan pulang saja. Tapi ternyata Oma salah, ya? Kamu sepertinya asik bermain-main dengan sahabatmu.” Menelan ludah dengan sangat susah, Maya memaksakan untuk tersenyum leb

