"Hm ... Abang sih menyarankan Bilal setidaknya menunggu giliran Yhara ... baru setelah itu Bilal boleh menikah dengan Clay." "Nggak nunggu Syarif dulu?" "Nggak papa, Eyang. Bilal sudah punya calon. Abang dan aku sudah menyukai calon Bilal. Mereka juga saling suka dan sudah merasa nyaman." "Oh." Ola manggut-manggut mendengar penjelasan Ayu. "Yhara sudah punya calon?" Ayu mengangguk ragu. "Masih tahap perkenalan. Dengan kerabat Mas Hanif, suami Mbak Sarah." "Oh, begitu. Musti nunggu tahun setelahnya, Yu. Pamali kalo dalam satu tahun menikah kakak adik bersamaan." Wajah Ayu mendadak cemberut. Sabine dan Nayra saling pandang. "Yah... lama dong. Aku udah keburu mau mantu Clay," gerutu Ayu. Dia sudah sangat menyukai Clay. Ola menyembunyikan tangannya yang entah kenapa bergetar dengan se

