Kana rapikan pakaian yang dipakai Clay sebelum masuk kantor pagi ini. Clay sudah memilih baju yang pantas di tubuhnya beberapa hari ini, dress selutut tanpa lengan dipadu rompi hitam, dengan sniker kesayangan dan tas bututnya. "Tinggal ganti tas." "Yang ini masih bagus, Ma. Tinggal dicuci saja." "Disuruh cuci kamu juga lupaaa terus." Clay tertawa kecil. Dia sebenarnya mengeluh dengan penampilannya akhir-akhir ini. Mau tidak mau dia harus diantar dengan mobil dan bukan motor seperti biasa. Pakaiannya sekarang mengharuskannya naik mobil. Bisma, sang Papa menjadi sedikit lega, karena dia sebenarnya sangat mengkhawatirkan putri sulungnya itu diantar jemput motor di stasiun menuju tempat kerja selama ini. Terkadang Clay agak keras kepala jika dinasihati, dan dia sepertinya hanya mau menden

