Sore itu Clay diantar Naresh pulang dan tiba di depan gerbang rumah pukul lima. Clay tidak mau Naresh repot-repot masuk ke dalam pekarangan rumahnya, meskipun Naresh memaksa. Dia khawatir, bisa saja Kiarra sedang bermain di teras, lalu melihat, memanggil Naresh dan mengajaknya bermain. Naresh tentu perlu istirahat setelah seharian bekerja di kantor. "Apa?" tanya Naresh saat Clay meliriknya penuh makna. Clay melepas sabuk pengamannya. "Aku ... aku ...." Clay tersipu saat ditatap tajam Naresh. "Nggak papa, Naresh." "Ngomong aja sih. Kamu mau apa? Kamu kayaknya mau sesuatu deh." Clay sedikit terkesiap, Naresh bisa tahu bahwa dirinya memang menginginkan sesuatu darinya. "Kok kamu tau, Resh?" "Nebak. Soalnya kamu liatin aku begitu. Atau ada yang ingin kamu omongin?" Clay terdiam den

