Tenang Saja, Clay

1129 Words

Clay memasang wajah cemberut sambil menahan tangis. Naresh yang bingung, dengan cepat memperbaiki handuk di pinggang, lalu mendekati Clay. Dia langsung bisa memahami apa yang dipikirkan Clay saat matanya tanpa sengaja tertuju ke nampan yang berada di atas meja konsul dekat pintu kamar. Naresh raih kepala Clay dan mendekapnya. "Aku malu, Naresh." "Nggak papa. Ibu nggak marah kan?" Naresh tersenyum dalam hati akan kekhawatiran Clay. Dia yakin Mama dan papanya tidak mempermasalahkan dia tidur bersama Clay tadi malam. Ketika meminta izin camping dengan Clay dan bermalam di sana, justru mamanya dengan semangat mempersiapkan makanan yang tahan lama untuknya dan Clay. Juga selimut dan handuk mandi, serta minuman jamu resepnya. "Aku pikir aku masih di rumah ... aku kira Mama yang ketuk pintu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD