Tampaknya Naresh sudah tidak kuat menahan hasrat yang selama ini selalu dia tahan-tahan. Mungkin karena suasana tenang dan kamarnya yang nyaman, membuatnya ingin merasakan kenikmatan lebih dalam bersama Clay. Naresh raih tangan Clay dan menyelipkannya di balik celana piyamanya, membimbingnya agar menggenggamnya. Clay terperangah, saat merasakan milik Naresh yang mengeras di tangannya. Tangannya seolah ragu menyentuhnya, tapi tangan Naresh yang bertumpu di atas punggung tangannya, menekan seperti memaksanya untuk menggenggamnya. Clay hampir saja kehilangan hasrat saat menggenggam bagian tubuh yang sangat asing baginya, lagi pula dia tersadar bahwasanya ini sudah sangat jauh. "Clay, aku nggak bisa menahannya. Aku ... aku...." Naresh membimbing tangan Clay agar mengurut miliknya dengan

