Kana merasa senang saat Clay sudah bisa tersenyum pagi ini. Semalam Clay tumpahkan kekesalannya karena menunggu Bilal tanpa kabar di restoran Jepang sendirian. Clay juga harus menanggung rasa malu luar biasa saat banyak orang melihatnya yang sudah berdandan cantik, tapi tidak memiliki pasangan. "Anehnya malah dia yang kayaknya kesal, Ma." "Ya. Seringnya orang itu memang begitu. Berubah karena situasi yang sedang dihadapinya, menuntut kita yang harus mengerti dia. Atau juga mungkin dia sedang panik karena mamanya tiba-tiba sakit. Kamu besok Senin jangan bales kesal ke dia, bersikap biasa aja ... tapi, hm ... soal perasaan dia ke kamu?" "Aku nggak mau memikirkan hal itu, Ma. Belum jadian aja udah bikin capek hati." Kana tertawa kecil. Lalu dia tersenyum penuh misteri dan Clay menyadarin

