Bahagia Njid Akhyar

1015 Words

“Iya.” “Trus gimana kamu bisa berhenti?” tanya Naresh. Merasa lucu membayangkan Clay yang sudah besar masih menyusu mamanya. “Kalo itu aku nggak ingat,” jawab Clay. Bu Ola dan Akhyar menggeleng tertawa, dan Clay ikut menertawai dirinya mengingat masa kecilnya yang agak memalukan. “Tapi nanti Tristan dua tahun cukup ya, Clay. Itu Mama kamu pasti sayang banget sama kamu dan nggak tegaan waktu nyapih.” Clay mengangguk mengiyakan, dia masih mengingat kasih sayang Mama kandungnya di saat dirinya masih kecil. Tampak Akhyar mengamati istrinya, Naresh dan Clay secara bergantian. Raut wajahnya menunjukkan kecemasan. Melihat sikap dirinya, Bu Ola menanyakannya. “Aku sedang berpikir … apartemen ini sepi nggak ada kalian bertiga,” ujar Akhyar dengan suara gemetar. “Papa….” Naresh beranjak dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD