Clay menggigit bibirnya merasakan nikmat luar biasa ketika dadanya dihisap lembut bibir Naresh, terlebih saat Naresh dengan lihai memainkan lidah kasarnya di seputar ujung dadanya. Kegiatan panas pasangan suami istri itu agak berkurang seiring dengan kesibukan di setiap hari, Clay yang sibuk mengurus Tristan dan persiapan pendidikannya, dan Naresh yang tentu sangat sibuk di kantor. Akan tetapi, keduanya semakin bahagia, karena hadirnya sang buah hati. Dan malam ini, terasa begitu nikmat bercinta karena sudah hampir satu minggu mereka tidak ‘bertemu’. “Akh, Masss.” “Iya, Sayang. Banjir s**u kamu, yang di bawah juga basah.” Clay mendesah nikmat, seluruh titik nikmat di tubuhnya disentuh Naresh, leher, d**a dan sela pahanya yang sudah dibanjiri cairan. Dia benar-benar sudah terangsang heb

