Bukan Kejutan

1085 Words

Akhyar seketika bingung dan heran melihat Naresh yang tertawa dengan mata yang tak lepas dari layar ponselnya. Akhyar menggeserkan duduknya lebih dekat dengan Naresh dan ikut melihat pesan di layar ponsel Naresh yang dipenuhi ucapan selamat. "Mama dan Clay ke rumah sakit, Clay hamil, Pa." "Masya Allah." Tangan Akhyar gemetar saat mendengar kata-kata yang ke luar dari mulut Naresh. Tak sadar air matanya menggenang di sudut-sudut matanya, juga Naresh yang langsung terisak bahagia. Ponsel Naresh berbunyi. Papa Bim yang menghubunginya. Hanya tangisan yang bisa Naresh ungkapkan. "Aku di kantor, Pa. Aku baru tau." "Ya ya, sudah. Papa ke apartemen nanti sore." Sepertinya Bisma mengerti perasaan Naresh, tidak mau banyak bicara dan langsung menyelesaikan pembicaraan. *** Naresh tidak mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD