"Sebelumnya Mama juga nanyain kamu pas acara syukuran Kak Inez. Pada nanyain kamu lo. Aku belum ngenalin kamu ke Oma Nayra. Dia yang paling penasaran." Clay sedikit mendelik. "Dia itu Mama sambung Mama Ayu." Clay mengangguk mengerti. "Gimana aman di kantor tadi?" "Ya. Aku liat Pak Naresh cukup penurut." "Karena ada Om Igor. Naresh itu paling segan sama Om Igor. Kalo Om Igor sudah turun gunung, dia nggak bisa ngapa-ngapain selain nurut." "Oh. Gitu." Clay manggut-manggut. Pantas saja selama bekerja di awal pagi, dia sekilas mengamati Naresh agak pendiam dari biasanya, dan terlihat pasrah diatur. *** Dan sore itu seperti biasa Bilal mengantar Clay pulang menuju stasiun. "Aku harus pake baju apa, Bil?" tanya Clay. Ini pertama kalinya dia diajak Bilal ikut menghadiri acara keluarg

