Cuek Clay

1009 Words

Belum lama Akhyar lepaskan genggaman tangannya, Said, Papa Bilal, datang menghampiri mereka. Clay berubah semangat dan langsung menyapa Said. "Hei, Clay. Apa kabar. Jumpa lagi kita...," sapa Said saat punggung tangan kanannya dicium dengan hikmad oleh Clay. Dia tepuk-tepuk pundak Clay. Tatapan matanya sangat hangat tertuju ke puncak kepala Clay. Pertanda dia sangat menyukai sosok Clay. "Baik, Om. Bilal mana? Aku tadi hubungi dia, hapenya nggak diangkat-angkat." Clay memasang wajah sedikit cemberut. Said tertawa renyah. "Ada di dalam. Sama Naresh." Said melirik sebentar ke arah Akhyar yang masih terlihat resah. Clay tundukkan tubuhnya lagi penuh rasa hormat. Dia lalu bergegas menuju ke dalam rumah tanpa mau lagi melihat Akhyar. Akhyar hela napas berat saat melihat punggung kecil Cla

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD