"So sweet banget ya, Bil. Kebayang saling lempar pandang dari sini ... memendam rindu," ujar Clay. Dia benar-benar senang berdekatan dengan Bilal dan merasakan kenyamanan. Sekejap gundah dan resah akan bayang-bayang Naresh hilang begitu saja. "Mas Idris dan Mbak Hera juga suka mojok di sini waktu kecil." "Oh ya?" Bilal mengangguk tersenyum. "Kalo mereka ke sini, pasti duduk begini di sini sambil mengenang masa lalu mereka yang sedikit konyol." Clay tertawa mendongak membayangkan lucunya pasangan kecil sedang jatuh cinta. "Eh. Kamu kok lama tinggal di Australia?" tanya Clay tiba-tiba. "Oh. Dulu Papa kan kuliah di sana, jurusan Hubungan Internasional. Setelah lulus dia langsung ditugaskan di departemen luar negeri. Karena dia lulusan Australia, dia sering ditugaskan di sana. Hm ... set

