Clay merasakan tubuhnya benar-benar hangat akibat aksi Naresh yang mendekapnya dan mencium-cium tubuhnya yang masih berbalut pakaian lengkap, dengan sesekali meremas-remas dadanya. Beberapa saat kemudian, Naresh mulai menurunkan celana panjang Clay perlahan, matanya memandang wajah Clay yang memerah pasrah. Ada rasa iba di dalam hati Naresh melihat Clay yang begitu mencintainya. Perasaan yang membuatnya ingin memberi Clay kasih dan sayang selama-lamanya. Kini dua kaki Clay sudah tak beralas, Naresh tekuk dua kaki Clay sambil membukanya agak lebar. Clay mulai resah, ada keinginan ingin menutup kakinya, tapi lututnya terasa sangat lemah. Apalagi di saat Naresh membelai salah satu kakinya dan mengecup jari-jarinya, Clay hanya bisa terdiam membisu sambil mengatur deru napasnya yang sangat

