"Aku ... mau cuci, Resh." "Besok aja. Dingin banget malam ini di luar. Besok bangun pagi, sekalian mandi." Clay menurut, dia biarkan tangan Naresh mengusap-usap b****g dan pinggang polosnya dengan posisinya yang rebah menyamping menghadapnya, menatapnya dengan matanya yang tajam. Naresh tampak mengatur deru napasnya yang terdengar memburu, sepertinya dia tengah menenangkan diri. "Ada apa, Resh?" tanya Clay. "Nggak papa, tidurlah. Kamu pasti capek habis puas tadi." Sebenarnya Naresh sangat gelisah karena miliknya yang mengeras dan menegang, dan dia sedang menurunkan hasratnya pelan-pelan. Naresh terus menatap wajah Clay yang terlihat sangat lelah juga mengantuk. Dia tahu tunangannya itu telah mengalami kepuasan lebih dari sekali, karena sentuhannya barusan. Naresh tersenyum melihat

