Setelah makan malam, Clay sudah siap pulang. Dia sebenarnya sudah menolak Ola yang bersikeras menyuruh Naresh mengantarnya pulang. Ola sangat khawatir karena malam sudah sangat gelap dan pasti dia tidak mau membiarkan Clay pulang sendirian. Clay melirik layar ponselnya pas di depan lift turun dan membaca notif sekilas. Dia dan Naresh sudah berdiri di depan lift yang masih tertutup. "Sampai di sini saja, Pak Naresh. Saya sudah dijemput di depan lobi." Pintu lift terbuka untuk mereka. Clay memasuki lift, tapi Naresh juga ikut masuk bersamanya. Clay merasa sangat segan dan sungkan. Perasaannya tidak enak sama sekali di dekat Naresh. Hanya wangi tubuh Naresh yang lumayan membuatnya sedikit melunak. Aroma tubuh yang sama saat berkatan dengan Akhyar. "Saya antar kamu sampai di depan lobi

