Clay memang tidak bisa menyembunyikan perasaan cemburunya sejak mengetahui Naresh yang sebelumnya menyukai Bianca. "Mata kamu tuh nggak bisa bohong waktu liatin Tante Bianca." "Gimana bisa kamu tau?" Meski kesal dalam hati, Naresh tetap berusaha membujuk Clay. Baginya ini mungkin cobaan sebelum bertunangan. Dia sudah diingatkan mamanya tentang hal-hal yang mungkin membuat resah atau kesal sebelum bertunangan, terlebih sebelum menikah. Naresh harus bisa menghadapinya dengan sabar. "Aku dulu memang menyukainya dan sempat nggak bisa move on, tapi itu masa lalu. Nggak usah terlalu dipikirkanlah, toh dia sudah menikah dan sudah punya anak dan cucu juga." "Tapi kamu kan dulu suka sama yang tua-tua." "Sekarang aku menyukaimu, Clay. Dan kita akan segera menikah. Perkara tatapan mata ... ck ...

