BAB 25 – KETERTARIKAN ATAU KEKUASAAN?
Angin malam yang lembut berembus melalui dek yacht, membawa aroma laut yang asin bercampur dengan wangi mewah dari parfum mereka. Malam semakin larut, tetapi di antara mereka, ketegangan itu justru semakin terasa.
Marco masih berdiri di dekat Lovania, matanya menelusuri setiap ekspresi di wajah wanita itu. Dia bukan pria yang mudah dibuat penasaran, tetapi Lovania Valley bukan wanita biasa.
Marco: (Dengan suara rendah dan menghipnotis.)
"Anda tahu, Miss Valley, ada hal-hal yang bisa saya biarkan terjadi secara alami. Tapi untuk hal-hal tertentu…" (Dia mendekat, mencondongkan tubuhnya sedikit, sehingga Lovania bisa mencium aroma maskulin yang khas darinya.) "Saya lebih suka mengambilnya sendiri."
Lovania hanya tersenyum tipis, tidak menunjukkan tanda-tanda terpengaruh. Dia menegakkan punggungnya, mengambil jarak tanpa terburu-buru, tanpa kesan menghindar.
Lovania: (Dengan nada elegan, tetapi penuh tantangan.)
"Sikap itu mungkin berhasil dengan banyak orang, Marco. Tapi saya bukan tipe wanita yang bisa Anda kendalikan sesuka hati."
Marco mengangkat alisnya sedikit, senyum samar muncul di bibirnya. Dia menyukai tantangan, tetapi lebih dari itu, dia menikmati fakta bahwa Lovania tidak mudah terpengaruh oleh pesonanya seperti kebanyakan wanita lain.
Marco: (Dengan nada lebih dalam, hampir berbisik.)
"Siapa bilang saya ingin mengendalikan Anda, sayang? Saya hanya ingin memastikan bahwa Anda tahu apa yang Anda inginkan."
Lovania tertawa kecil, suara tawanya begitu lembut, tetapi ada sesuatu yang tajam di dalamnya. Dia melangkah ke sisi dek, membiarkan jemarinya menyentuh pagar yacht yang dingin.
Lovania: (Suaranya ringan, tetapi penuh makna.)
"Menarik. Karena yang saya lihat selama ini, Anda adalah pria yang selalu ingin mengendalikan segalanya. Bahkan perasaan Anda sendiri."
Marco terdiam sejenak, menatap Lovania seolah sedang menilai sesuatu yang baru saja diucapkannya.
Marco: (Dengan nada dalam dan serius.)
"Dan Anda pikir Anda berbeda? Anda pikir Anda tidak melakukan hal yang sama, Miss Valley?"
Lovania berbalik, menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.
Lovania: (Dengan suara lembut, tetapi tajam.)
"Perbedaannya adalah saya tahu kapan harus melepaskan kendali."
Mata Marco menyipit sedikit, seolah menangkap sesuatu yang lebih dalam di balik kata-kata Lovania. Dia mendekat, berdiri hanya beberapa inci darinya, membuat udara di antara mereka semakin panas.
Marco: (Suaranya rendah, nyaris berbahaya.)
"Mungkin itu yang membuat saya semakin tertarik pada Anda, Lovania. Karena Anda tidak hanya menjadi bagian dari permainan ini… Anda juga memahami cara memainkannya."
Lovania tidak menjawab, tetapi ada sesuatu di matanya—sesuatu yang menunjukkan bahwa permainan di antara mereka baru saja berubah.
Entah itu ketertarikan… atau justru sebuah bentuk kekuasaan yang berbeda. Dan keduanya belum tahu siapa yang sebenarnya memegang kendali.