Bahaya Yang Mengintai

1593 Words

Pagar besi hitam terbuka mulus. Cahyati menelan ludah saat mobil Rowan memasuki halaman rumah mewah itu. Bangunannya besar, tegas, dan terlalu rapi. Rumah orang kaya yang tidak suka kompromi, bahkan pada perasaan. Begitu masuk, rasa aneh langsung menyergap. Lantainya mengilap, sofa tersusun simetris, meja bersih tanpa satu pun benda sia-sia. Tidak ada debu sedikit pun. Bukan rapi untuk menyambut tamu, ini rapi yang dijaga setiap hari, seperti kebiasaan. “Ini rumah siapa?” gumam Cahyati, bingung. “Nanti juga lo tahu,” Rowan tersenyum. Foto-foto Celine memenuhi dinding. Dari masa kecil sampai dewasa. Wajahnya selalu tersenyum, seolah belum mati. Piano tertutup kain tipis di sudut ruangan, seperti benda suci yang tidak boleh disentuh sembarangan. Vas bunga segar berdiri di dekat jendela,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD