Tiba hari saat Hugo diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Langkahnya keras kepala, padahal belum pulih. “Aku mau pulang ke apartemen,” putusnya. Ibunya memasang wajah khawatir level nasional. “Lebih baik kamu ke rumah kita. Di sana ada dokter keluarga, kamu bisa dirawat dulu.” “Aku nggak mau,” tolak Hugo cepat. “Lebih nyaman di apartemen.” “Gimana dengan keamanan kamu?” ayahnya mengingatkan. “Di rumah kita keamanan lebih ketat.” Hugo menghela napas, lelah berdebat. “Aku cuma mau tidur dengan nyaman, di tempatku sendiri.” Cahyati berdiri agak ke belakang, cari aman. Dalam hati ia membatin, Orang hampir mati emang biasanya jadi keras kepala ya? Rowan sudah siap mengangkat tasnya. “Oke, jadi kemana nih? Biar gue bantu angkut.” “Apartemen!” Hugo memutuskan, ia berdiri cepat dari ranj

