38

1067 Words

Musca tidak bisa mengendalikan monster lebih lama lagi. Bahkan dengan bantuan Galvin sekalipun, mahkluk itu tidak bisa ditenangkan. Terlebih raungan dan pekikan terdengar silih berganti, membuat telinga pekak akibat denging. Monster mengepakkan sayap dan mulai menabrak pohon, membuat salju berguguran dan menimpa Musca serta Galvin. Setelah memekik nyaring, monster itu kembali terbang dan menubruk pohon yang lain; seolah hendak bunuh diri bersama kedua penumpang gelap. Tidak ada pilihan selain membunuh monster dan ikut terjun bebas, atau.... “Kau bunuh monster ini,” Musca memberi instruksi, “biar aku membuat pengaman bagi pendaratan kita.” Galvin mengangguk, langsung berderap menuju leher, kemudian menunggu Musca menciptakan ladang bunga mawar raksasa—tepat di bawah area terbang si mo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD