Bab 45

1247 Words

Pagi hari saat Hana membuka mata. Ia melihat sekeliling, sepi. Tidak ada siapapun, bahkan gadis itu tidak mendengar suara apapun selain detik jarum jam juga deru napasnya sendiri. Ia menengok ke arah samping. Lee Yeol sudah tidak ada di sana. Ia meraba nakas, mengambil ponsel dan mengecek jam, rupanya sudah pukul delapan pagi. Ia segera turun dari ranjang dan bersiap membersihkan diri, seharusnya begitu sebelum sering telepon lebih dulu berbunyi. Tertera nama Kim Daeun di sana. Hana segera menggeser tombol berwarna hijau sebelum menempelkan benda tersebut ke arah telinga dan menyapa. “Halo, unnie. Ada apa?” tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur. “Hana, kau baru saja terbangun?” tanya Daeun dari seberang panggilan. “Eung. Ada apa, pagi-pagi sudah menelepon?” “Kau lupa jika ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD