Ketukan pintu itu terdengar nyaring, Hana juga Sean saling menoleh sebelum kemudian Hana mencegah sang bibi asisten rumah tangga yang sudah berlari tergopoh untuk membuka pintu. “Aku saja, Bi.” “Habiskan makananmu,” pesan Hana pada Sean. Dengan langkah pelan, gadis itu membuka pintu. Di depan sana ada seorang gadis dengan rambut lurus sepinggang yang tengah membelakanginya. Ia memakai dress selutut berwarna pink pastel yang dipadukan outer berwarna serupa. “Siapa, ya?” Gadis itu menoleh, tersenyum cerah dan tiba-tiba saja memeluk Hana dengan erat. “Aku sangat merindukanmu,” katanya disela pelukan mereka. “Ah, iya. Tapi maaf, siapa?” pertanyaan Hana menggantung, jelas sekali dari wajahnya jika ia sedang kebingungan. “Kau melupakan ku? Jahatnya. Aku Jieun, Jung Jieun. Kita itu te

