Waktu menunjukkan pukul tujuh malam saat Lee Yeol baru saja selesai menata makan malam di atas meja. Pria itu menghela napas lagi, kepalanya memutar, menengok ke arah tangga dengan pandangan gusar. Hana masih juga belum mau turun. Setelah ia menangis sebelumnya, gadis itu memilih untuk menyendiri dan mengunci pintu kamarnya. Sudah beberapa kali Lee Yeol coba mengetuk, meminta Hana keluar meski itu hanya sebentar. Tapi tidak ada hasil, tidak ada sahutan sampai kemudian yang terdengar hanya isak semata. Pada akhirnya Lee Yeol mencoba lagi, ia membawa sebuah nampan dengan beberapa makanan. Dengan susah payah pria itu mengetuk pintu, memanggil nama sang istri beberapa kali dan memintanya untuk keluar sekali lagi. “Hana, tolong buka pintunya sebentar. Kau harus makan. Aku janji jika kau ma

