Sepasang mata itu mulai terbuka, mengerjap perlahan guna menyesuaikan dengan cahaya yang ada. Kepalanya menoleh, menatap ke sekitar ruangan yang didominasi dengan warna putih juga bau obat-obatan yang terasa begitu menyengat. Hana mencoba untuk duduk, ia memegangi kepalanya sendiri yang terasa berdenyut sakit. “Kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?” Lee Yeol datang dengan raut wajah panik. Hana diam, gadis itu hanya menatap kesekililing dengan wajah lesu juga sesekali menghela napas. “Ada yang sakit? Aku akan memanggil dokter.” Baru saja Lee Yeol akan beranjak, tangan Hana dengan cepat menahannya lebih dulu. Gadis itu tidak mengatakan apapun, ia hanya diam memperhatikan Lee Yeol dengan mata sendunya. “Kau kenapa, ada yang sakit?” sekali lagi Lee Yeol bertanya. Hana menggeleng, ge

