Bab 30

1076 Words

Memilih menepi dari hiruk pikuk pesta, Sean memilih untuk duduk di satu tempat yang cukup jauh dari tempat pesta. Ia menghela napas, menatap ke atas. Terlihat hamparan langit biru dengan awan-awan yang berarak di sana. Atensinya teralih begitu ia mendengar hela napas lain yang terdengar tidak jauh dari tempatnya berada. “Jena,” bisiknya lirih. Gadis itu ada di sana. Duduk diam menunduk sembari mengayunkan kaki dengan rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Sean ingin menghampiri, namun ia kembali sadar diri. Mengingat apa yang sudah terjadi, Sean jadi ragu, haruskah ia mendekat dan meminta maaf? “Jina!” Bukan hanya si gadis, Sean yang sedari tadi memperhatikan Jina juga turut mendongakkan kepalanya saat seorang lelaki dengan jas hitam berlari kecil menghampiri si gadis Kim dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD