Tanpa aba-aba Lee Yeol segera mendorong tubuh Jihan menjauh. Pria itu tergagap sembari merapikan pakaiannya sendiri. “Ayah,” katanya gugup. Tidak ada reaksi yang diberikan Tuan Do. Pria baya itu hanya diam menatap ke arah dua orang di depannya dengan wajah datar. Tangannya yang tersilang di belakang tubuh ia bawa melangkah perlahan mendekati si pria muda. Menatapnya dari atas ke bawah dan mengulanginya beberapa kali. Saat ini ekspresi juga aura yang dimiliki Tuan Do benar-benar berbeda dari biasanya. Tidak ada gurat ramah maupun perkataan penuh candaan dari pria baya itu. Justru sebaliknya, meski sudah hampir lima menit pria baya itu hanya diam. Namun hal itu nyatanya jauh lebih mengerikan. “Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Tuan Do lirih. Lee Yeol tergagap, dalam hati ia benar

