“Omong-omong apa kau tahu obat juga terapi apa yang dimaksud dokter tadi?” “Huh?” “Iya, apa kau tahu obat yang dokter itu maksud?” ulang Hana. Lee Yeol tergagap, pria itu berdeham beberapa kali dan mengalihkan pandangan ke arah lain. “Mana ku tahu, aku bukan dokter,” katanya tanpa menatap si gadis. Hana mendengkus, gadis itu mengedarkan pandangan ke segala arah sampai kemudian bibirnya mengucap satu nama. “Do Hana?” Bukan hanya Hana, Lee Yeol juga menoleh ke arah mana gadis itu memandang. Lebih tepatnya ke sebuah celah kecil bening pada pintu masuk ruangan. “Apa?” pria itu berkata. “Tidak ada siapapun di sana,” lanjutnya lagi. Namun tidak ada reaksi, Hana masih saja memandang ke arah yang sama selama beberapa waktu. Sampai kemudian gadis itu menolehkan kepalanya dengan senyum me

