Bab 14

613 Words

Canada, 9 Desember 15:00 A.M Gadis bermata sembab, wajah yang cantik dan rambut terurai panjang kini sedang duduk di bawah pohon, matanya memang terbuka lebar, namun ia sama sekali tak melihat pemandangan danau yang ada di depan, semuanya kosong bagi Perry, semuanya hampa bagi Perry. Ia terus melamun entah berapa jam lagi.. Mungkin air mata adalah teman terbaik bagi Perry, bagaimana tidak, gadis itu terus mengeluarkan air mata di kedua matanya, Perry tak ingin mengingat hal menyakitkan itu, tetapi air mata itu seakan menjelaskan bagaimana rasa itu terucap tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Perry mengusap pipinya, dan lagi-lagi air mata itu terjatuh, terjatuh dan terjatuh. "Please don't cry," ucap Perry membenci dirinya sendiri yang tak bisa mengendalikan air matanya. "Please don't cr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD