"Perry tunggu!" Gilson berdiri mengejar Perry. "Perry tenanglah aku hanya bercanda," ucap Gilson berjalan di samping perry. "Perry," ucap Gilson memegang pundak Perry. "Jangan sentuh aku Gilson," perintah Perry menyingkurkan pundaknya. "Maaf, maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu marah," ucap Gilson menenangkan. "Maafkan aku Perry, aku berjanji takkan mengulangi hal ini," ucap Gilson tersenyum takut. "Oh tuhan, mengapa aku ketakutan seperti ini, dia tidak bersalah, bahkan ia tak mengerti sama sekali, mengapa aku menjadi marah seperti ini," batin Perry menghentikan langkah kakinya. "Maafkan aku Gilson, sungguh aku tak mengerti mengapa aku seperti ini," ucap Perry memegang kepalanya lalu melepaskannya dengan kesal. Gilson yang mengerti keadaan Perry merasa sedih, namun ia harus be

