Adeline sudah menghubungi putri bungsunya untuk bertemu, Ivana memberikan alamat Crisibell sebagai tempat pertemuan mereka, karena si empunya rumah juga telah memberikan izin. Saat ini Ivana tengah berdiri di ambang pintu rumah teman barunya itu, di sana juga ada Erick yang duduk dengan santai. Tak berselang lama suara deru mobil pun terdengar, buru-buru Ivana membuka pintu rumah. Benar saja, seorang wanita yang telah melahirkan Ivana keluar dari taksi berwarna jingga itu. Melihat sang ibu, refleks Ivana berlari untuk memeluknya. “Ivana, putriku.” Adeline langsung menerima pelukan erat dari anak gadisnya. “Ibu, apa kau baik-baik saja?” Ivana mencemaskan keadaan Adeline karena mencari bukti kejahatan Dexter tidak lah mudah. Ivana takut jika ibunya ketahuan oleh ayahnya. “Ibu baik-

