Karisa menoleh memperhatikan percakapan suaminya dengan papa mertuanya, dalam hatinya mengetahui siapa yang dimaksud dalam percakapan mereka. Seketika itu juga, nafas Karisa terasa mulai memberat. “Madie datang ke rumah yah, Hun?“ Tanya Karisa sambil membelai lengan Kenzo dengan lembut. Kenzo mengangguk membenarkan “Ehm…“ Karisa memindahkan sentuhannya turun mengenggam tangan Kenzo dengan tangan kanannya. “Kita hadapin sama-sama, yah. Yang penting kamu jangan emosian. Aku juga ngak suka sama situasi ini, kesannya kayak aku lagi rebut suami orang.“ Kenzo hanya diam dengan tatapan tajam karena ucapan Karisa barusan, lalu mengangguk setuju tentang menghadapi masalah Madie bersama-sama. Sejujurnya Karisa sendiri masih galau dengan kehadiran Madie, ia takut kalo Kenzo akan mencintai manta

