Kevin menghampiri Karisa sesaat sebelum acara pemberkatan pernikahan di mulai. Tak dikira hanya melihat sang kakak memakai gaun putih panjang, membuat matanya memanas berkaca-kaca menahan tangisnya keluar. “Kak Risa, gua berdoa pernikahan loe langgeng selamanya sama Kak Kenzo. Loe berhak bahagia, karena loe sudah berjuang keras untuk jadi kakak dan orang tua terbaik buat gua.” “Thanks yah, Vin. Ahh… Gua jadi nangis kan. Loe harus telepon gua tiap hari laporan kalau udah sampai rumah. Bukan berarti tanggung jawab gua sebagai kakak loe hilang setelah menikah.” Mendengar perintah bagai kaset rusak perihal kebiasaannya setiap hari, Kevin mendengus dengan tatapan kesal walaupun matanya masih sembab. “Ck, udah gua doain, masih aja gua dapet ultimatum soal jam lapor pulang.” Pernikahan Karis

