Bab 37. Diundur atau Dibatalin?

1605 Words

Pak Ferry bangun dari duduknya, berjalan santai ke arah ruang keluarga berdekatan dengan meja makan di sana. Dirinya tahu kalau Bianca hanya akan mematuhi ucapannya. Setelah duduk di sebuah kursi panjang, Pak Ferry memanggil Bianca sambil menepuk kursi di sebelahnya. “Sini, Bi. Kamu duduk di sebelah Papa.” Mau tak mau Bianca duduk, mengikuti perintah papa angkatnya. Karisa sudah turun, ia duduk di sebelah Kenzo, menggenggam tangan calon suaminya sambil tersenyum menatap calon suaminya, Kenzo juga memberikan reaksi yang sama. Membuat Bianca merasa kesal saat melihat aksi mesra keduanya. “Oke, karena semua sudah kumpul. Kita bicarakan masalah yang sudah timbul sejak kemarin.” Jawab Bu Susi. “Masalah apa, Ma? Apa hubungannya sama aku?” Bianca bertanya, berpura-pura tidak merasa bersalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD