Dengan tatapan sayu, Bu Susi mengangguk sambil menatap Kenzo dan suaminya, lalu menoleh melihat Karisa. Batinnya berharap perasaan Bianca dapat menghilang seiring waktu, nyatanya anak angkat mereka malah semakin mendendam karena keinginannya tidak terkabul. Pak Ferry mengusap punggung istrinya dengan lembut, “Ayo ceritakan semuanya, Ma.” “Hari itu, waktu Bianca bilang cinta sama Kenzo, Mama ngak sengaja lewat kamar kamu karena pintunya terbuka dan dengar semua ucapan dia sampai penolakan Kenzo ke Bianca. Tapi, karena Kenzo tidak cerita ke mama ataupun papa, Mama ikut diam tidak mau ikut campur, hanya sesekali mencoba menyadarkan status Bianca di rumah ini setiap kali ada kesempatan. Ngak nyangka kalau Bianca malah nekat kayak gini.” Karisa menggapai tangan calon ibu mertuanya, memberani

