Sukses

1850 Words
Ostra dan Riolo baru saja duduk serta meminum air saat Gaal masuk ke dalam ruang pertemuan. Tentu saja Ostra dan Riolo sama sekali tidak terkejut dengan kehadiran Gaal tersebut. Sebab Gaal sendiri yang mengatakan jika dirinya ingin melakukan pertemuan. Guna melaporkan hasil pemeriksaannya terjadap mhonyedt yang dibawa oleh Riolo terakhir kali sebagai barang buruannya. Gaal sudah melakukan penelitian yang mendalam dalam waktu yang singkat, sebab ia sudah tahu alur yang harus ia tempuh demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Alhasil, setelah dua hari berlalu, Gaal pun sudah menyelesaikan penelitiannya dan kini sudah siap untuk memberikan laporan terhadap Ostra dan Riolo. Meskipun Ostra dan Riolo masih cukup lelah karena baru kembali dari tugas lapangan mereka, keduanya pun segera bersedia untuk mendengarkan Gaal. Sebab apa pun yang dibawa oleh Gaal saat ini sudah dipastikan sangat penting. “Kau bisa memulainya, Gaal,” ucap Ostra mmeberikan izin bagi Gaal untuk memulai laporannya. Tentu saja Gaal mengawalinya dengan membagikan kerta laporan pada Ostra dan Riolo. Jika Ostra tampak membacanya dengan saksama, maka Riolo tampak enggan untuk membebani otaknya dengan istilah medis tersebut. Ia lebih memilih untuk fokus mendengarkan penjelasan yang akan diberikan oleh Gaal pada mereka. “Aku sudah menyelesaikan penelitiannya dan ternyata perkiraan kalian benar, ada sesuatu yang mendorong peningkatan masa otot mereka dengan sangat tidak alami. Ada sesuatu yang disuntikkan pada tubuh mereka guna membuat tubuh mereka semakin kuat,” ucap Gaal membuat Riolo mengernyitkan keningnya. Sementara Ostra sendiri meletakkan laporan yang sudah selesai ia baca dan menatap Gaal. “Sudah dipastikan jika memang ada dalang dari situasi ini. Lalu apa yang kau temukan lagi?” tanya Ostra sebab laporan tertulis tidak hanya menyebutkan hal yang baru saja dibicarakan oleh Gaal tersebut. Gaal pun kembali menjelaskan dan berkata, “Lalu aku menemukan program yang ditanam di dalam otak mhonyedt itu. Meskipun program itu disusun dengan kode yang rumit dan hingga saat ini belum bisa kupecahkan, aku bisa menyimpulkan untuk apa program in ditanam. Ini digunakan untuk mengendalikan para mhonyedt. Itu artinya, semua tindakan mereka memang dikendalikan dari jauh.” Riolo yang mendengar hal itu pun segera bertanya, “Apa itu sama dengan apa yang kita lakukan pada para manusia yang kita tanami cip pada otaknya?” Gaal mengangguk. “Cara kerjanya hampir mirip. Dengan arti lain, dalang semua ini jelas memiliki pemikiran yang sama dengan kita,” jawab Gaal. Pembicaraan tersebut membuat Ostra yang mendengar hal itu tampak terdiam dan mencoba untuk menganalisis semuanya dengan lebih tenang. Lalu tak lama Ostra bertanya, “Apa kau menemukan hal lain? Mungkin seperti kaitan atau jejak penelitian dari Si Hitam dari semua ini?” Gaal terdiam sejenak. “Aku masih perlu untuk menelitinya lebih lanjut. Sebab aku takut, jika ini adalah hal yang kutemukan atau muncul karena asumsi serta halusinasiku karena memang sangat ingin menemukan jejak Si Hitam. Namun, aku menemukan sedikit jejak yang hampir cocok dengan jejak unik milik Si Hitam yang kukenali,” ucap Gaal membuat Ostra semakin memasang ekspresi yang serius. “Itu artinya, kemungkinan besar Si Hitam, si pengkhianat itu memang dalang dari masalah ini? Bahkan, Si Hitam bisa saja datang lebih dulu ke bumi di banding kita, dan menciptakan situasi yang membuat kita pada akhirnya bermusuhan dengan para manusia?” tanya Riolo. Ostra mengangguk. Sebab pemikirannya memang sama dengan apa yang Riolo simpulkan. Gaal sendiri terlihat mengernyitkan keningnya. Ia memikirkan sesuatu yang aneh di sini. Menurutnya, Si Hitam tidak memiliki latar belakang untuk menghancurkan bumi dan membuat para manusia kehilangan peradaban dan hampir kehilangan tempat tinggal seperti ini. Memikirkannya berulang kali, tetap tidak membuat Gaal menemukan alasan yang tepat dari perbuatan Si Hitam. “Mengingat semua waktu dan perhitungannya, semuanya memang cocok jika menjadikan Si Hitam memang menciptakan semua masalah ini. Hanya saja, hal yang belum kita ketahui adalah alasan yang membuatnya melakukan hal ini,” ucap Gaal. “Ada satu alasan yang kuat,” ucap Ostra membuat Gaal dan Riolo seketika menatap padanya. Merasa penasaran dengan penilaian Ostra mengenai situasi ini. “Apa yang kau pikirkan?” tanya Riolo meminta Ostra untuk segera mengungkapkan apa yang ia pikirkan. Ostra yang mendengar hal itu pun tampak sangat serius dan berkata, “Si Hitam adalah pengkhianat yang memiliki andil besar terhadap kerusakan planet kita dan ancaman kepunahan yang semula mendesak kita. Apa kalian tidak bisa membayangkan seberapa membencinya Si Hitam pada bangsanya sendiri hingga melakukan hal yang kejam seperti itu? Aku rasa, dendamnya itu membuat dia tidak bisa berhenti untuk bertingkah.” Secara alami Gaal dan Riolo tentu saja mengingat kejadian yang jauh terjadi di masa lalu. Kejadian yang memang mendasari pengkhianatan yang dilakukan oleh Si Hitam pada bangsanya sendiri. Kejadian yang menyisakan dendam yang begitu besar. Baik bagi Si Hitam, maupun bagi pihak bangsa Draconian sendiri yang memang sudah dikhianati. Benar, mengingat sifat Si Hitam, tentu saja sangat mungkin Si Hitam masih bertingkah demi membalaskan dendamnya. “Dia pasti ingin membuat hidup kita semua menderita. Karena itulah dia yang sudah bisa membaca rencana kita untuk bekerja sama dengan para ilmuwan di bumi, sudah lebih dulu mengambil langkah. Ia pasti mengacaukan bumi, untuk menutup kemugkinan kita bisa menemukan solusi atas tempat tinggal dan ancaman kepunahan yang mendesak bangsa kita,” ucap Ostra menyimpulkan semuanya dengan cepat dan tepat. Sangat sesuai dengan statusnya sebagai seorang Jenderal Besar yang ahli dalam memimpin pasukan dan menciptakan strategi tajam dalam perang. “Benar-benar pria gila, bagaimana bisa dirinya menjadi pengkhianat ulung seperti ini?” tanya Riolo terlihat begitu marah dengan situasi tersebut. Gaal yang mendengar hal itu pun menghela napas panjang. “Saat seseorang tidak bisa berpikir dengan jernih, sangat tidak mengherankan bahwa dirinya bisa melakukan berbagai hal yang tidak terpikirkan oleh orang normal seperti kita. Dia sudah terlalu melenceng,” ucap Gaal. Terlihat jika Gaal sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Si Hitam ini. Padahal Si Hitam memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik dalam melakukan penelitian serta eksperimen. Dia bisa saja menjadi rekan kerja yang baik dan dapat diandalkan. Sayangnya, ia sudah lebih dulu melangkah di jalan yang salah. Pilihan yang ia ambil membuatnya menjauh dari kehidupan normal yang bisa saja membawanya ke dalam kehidupan bahagia yang nyaman. “Karena kita sudah semakin yakin jika Si Hitam memanglah dalang dari masalah ini, dan ia adalah musuh besar kita, maka sudah sewajarnya bagi kita untuk kembali menyusun rencna untuk menghadapinya. Ingat, Si Hitam sendiri sudah pernah bekerja dengan kita dalam waktu yang cukup lama. Kita sudah tahu langkah dan kebiasaannya. Kita hanya perlu memanfaatkan pengetahuan kita itu,” ucap Ostra. Namun, tepat setelah Ostra mengatakan hal tersebut, sebuah alarm yang menandakan laporan masuk mengenai penyerangan markas tiba-tiba berbunyi. Tentu saja Ostra segera memeriksa laporan tersebut dan melihat jika markas di ujung timur saat ini tengah berada dalam kondisi genting karena penyerangan yang tidak terduga. Ternyata itu adalah penyerangan yang dilakukan oleh para mhonyedt yang ternyata menggunakan senjata yang bahkan biasanya tidak pernah dilakukan oleh mereka. “Apa-apaan ini?!” tanya Ostra dengan emosi yang memuncak. __________________ “Seperti yang kalian lihat, rencana dan serangan pertama kita sukses,” ucap Mavro menunjukkan rekaman langsung yang ditunjukkan oleh kamera yang ia pasang pada drone yang ia terbangkan untuk memantau apa yang saat ini terjadi di luar sana. Tentu saja Mavro merasa sangat senang karena semua rencana yang ia susun sudah sukses besar. Karena itulah, kini dirinya dengan penuh kebanggaan menunjukkan semua ini terhadap semua orang. Sebab merasa senang dan ingin membanggakan bahwa dirinya tidak hanya pintar berkata-kata saja. Ia juga memang benar-benar bisa membawa mereka semua untuk melawan para draconian yang arogan dan kejam tersebut. Clara dan Zayn saat ini masih melihat pemandangan yang ditunjukkan oleh monitor canggih milik Mavro yang masih menunjukkan penyerangan mhonyedt yang sukses pada salah satu markas milik bangsa Draconian. “Terima kasih. Berkat kerja sama kita semua ini pun berhasil. Jika kita tidak bekerja sama dengan baik, tentu saja akan sulit bagi kita semua untuk melihat markas miliki musuh kita itu berhasil dikacaukan seperti ini,” ucap Hial pada mereka semua. Terlihat sangat bersyukur karena rencana mereka sudah berhasil dan membuahkan hasil yang manis. Tentu saja Calvin dan Zayn yang menjadi perwakilan kelompoknya, merasa begitu senang karena setidaknya saat ini usaha mereka sudah membuahkan hasil. Mavro yang mendengar hal itu pun tersenyum. Sementara Calvin pun bertanya, “Kami hanya melakukan apa yang memang harus kami lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan bersama. Hanya saja, untuk saat ini apa yang harus kita lakukan lagi?” Mavro yang mendengar hal itu pun menjawab, “Kita hanya perlu melakukan semuanya sesuai dengan rencana. Sebab uji coba sudah berlangsung dengan sukses, kita hanya perlu memastikan bahwa kita semakin mendapatkan lebih banyak pasukan. Kalian akan kembali menjebak para mhonyedt, lalu aku dan Hial akan bertugas untuk mengurus sisanya. Mulai saat ini, kita akan mulai menyerang dengan sangat serius.” “Kalau begitu, kami akan kembali menjalankan bagian kami,” ucap Zayn. Hial mengangguk dan berkata, “Kalau begitu tolong hati-hati. Sebab tidak memuntup kemungkinan jika para Draconian saat ini semakin agresif dalam melakukan pencarian dan mencoba untuk menangkap kita. Walaupun jelas, mereka belum bisa memikirkan kemungkinan jika kita memiliki kaitan dengan masalah ini.” “Kalau begitu, sekarang aku undur diri terlebih dahulu. Mengingat ada yang harus kuurus secara pribadi,” ucap Mavro lalu dirinya pun undur diri. Mavro benar-benar melangkah menuju ruangan pribadinya yang memang tidak bisa diakses dengan leluasa oleh orang-orang. Atau lebih tepatnya, memang hanya bisa digunakan oleh Mavro. Tidak ada satu pun orang yang diizinkan untuk masuk atau mengaksesnya. Termasuk orang-orang yang memang sudah mengenalnya sejak lama dan dipercaya oleh Mavro. Setibanya di dalam kamar tersebut dan dirinya pun tertawa dengan sangat renyah. Seakan-akan dirinya begitu senang dengan apa yang sudah terjadi. Mavro menghidupkan lampu kamarnya dan terlihat beberapa hal yang tentu saja hanya bisa ditemukan di dalam ruang pribadi yang memang berfungsi sebagai kamar sekaligus ruang kerja pribadi yang terpisah dengan labolatorium pribadi miliknya. Mavro menatap rancangan yang ia pasang di dinding, dan ia pun mencoret sebuah tanda yang menunjukkan markas miliki bangsa Draconian. Lalu Mavro melirik pada sebuah lemari kaca yang hanya terisi oleh sebuah pakaian tempur khas yang mirip dengan pakaian tempur milik bangsa Draconian yang terpajang di sana. Lalu Mavro kembali terkekeh sebelum berkata, “Ini benar-benar sangat menghibur.” Mavro merenggangkan lehernya yang terasa sangat kaku. Lalu ia berkata, “Benar, mereka bangsa Draconian yang tidak sepenuhnya cerdas itu tidak mungkin bisa menemukan fakta bahwa manusia yang terlibat dalam hal ini. Namun, mereka pasti akan berpikir jika aku yang menjadi dalangnya.” Mavro menyeringai dan menyentuh lemari kaca yang melindungi pakaian tempur miliknya yang terlihat sangat terawat di dalam sana. Lalu Mavro pun berkata, “Betapa menyenangkannya aku bisa mempermainkan mereka semua.” Lalu ekspresi Mavro terlihat berubah menjadi terlihat sangat mengerikan. Seakan-akan dirinya terlihat menyimpan rasa tidak suka atau dendam yang begitu gelap dalam hatinya. Mavro pun kembali menatap peta rencana yang sudah ia buat dengan tatapan penuh tidak rasa suka sekaligus terlihat begitu bertekad dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. “Lihat saja. Lihat saja apa yang akan kulakukan pada kalian setelah semua penghinaan yang kalian lakukan padaku. Akan kutunjukkan seperti apa kemampuan orang yang sudah kalian remehkan. Akan kubuat kalian menangis karena dipermalukan oleh Si Hitam,” gumam Mavro dengan seringai yang menyeramkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD