Di saat Ostra dan Riolo sama-sama tengah sibuk untuk mempersiapkan segala hal untuk peperangan, sekaligus melakukan perburuan para mhonyedt, maka Gaal tetap tinggal di markas pusat. Hal itu terjadi karena Ostra memang memiliki tugas untuk melakukan penelitian serta eksperimen. Selain itu, Ostra juga akan berperan sebagai pemimpin ketika Ostra dan Gaal yang memang bertugas di luar. Sejak dulu, Gaal memang tidak pernah turun langsung ke medan perang. Sebab dirinya memegang peran sebagai pemimpin tim medis.
Di mana dirinya jelas harus bersiaga untuk memastikan jika ada yang terluka, tidak akan jatuh korban jiwa. Dengan tanggung jawab yang besar tersebut, tentu saja Ostra tidak bisa berdiri di barisan terdepan ketika perang pecah. Ia harus berjaga di barisan terbelakang. Namun, Gaal sama sekali tidak keberatan dengan status tersebut. Toh, Gaal sendiri sadar jika kondisi tubuhnya tidak terlalu baik. Ia jauh lebih lemah daripada Ostra dan Riolo. Mungkin saja dirinya akan menjadi beban ketika dirinya berdiri dengan rekan-rekannya.
Gaal baru saja selesai membaca sebuah laporan penelitian, dan tersenyum saat Clara ke luar dari kamar mandi yang memang berada di ruangan kerja Gaal. Clara dengan ekspresi buruknya memberikan tabung berisi air seninya yang memang diminta oleh Gaal untuk diperiksa nantinya. Lalu Gaal pun meminta Clara untuk duduk, sebab dirinya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tentu saja Clara menurutinya dan duduk di tempat yang sudah disediakan, dan Gaal pun memeriksa detak jantung serta memeriksa hal lainnya.
Gaal merasa lega karena kondisi kandungan Clara sama sekali tidak memiliki masalah apa pun. Bahkan, kondisi kandungan Clara benar-benar sehat. Situasi tersebut sepertinya membawa pengaruh yang baik terhadap kondisi jantung Clara yang semakin stabil dan baik, seiring berjalannya waktu. Tentu saja kondisi Clara saat ini jauh lebih baik daripada kondisi Clara saat di awal pertemuan mereka. Setidaknya Gaal tidak akan cemas dengan kemungkinan sewaktu-waktu kondisi jantungnya memburuk dan membuatnya tidak sadarkan diri.
“Semuanya sangat baik. Janin dalam kandunganmu sangat sehat,” ucap Gaal membuat Clara tanpa sadar mengusap perutnya yang memang sudah cukup membuncit.
Selain kondisi perutnya yang membuncit, perubahan yang terjadi pada Clara terlihat di sekujur tubuhnya. Mengingat memang berat badan Clara sudah meningkat pesat karena pola makan Clara yang terjaga. Nutrisinya juga dijamin terpenuhi karena Ostra sangat memperhatikan setiap makanan yang dinikmati oleh Clara. Bahkan akhir-akhir ini, Clara berhasil membuat Ostra repot untuk bolak-balik ke dapur. Demi memasakkan makanan yang diinginkan oleh Clara.
Tentu saja Ostra hanya melakukan hal tersebut demi Clara. Bahkan Riolo dan Gaal tidak akan berhasil membuat Ostra memasak seperti apa yang diminta oleh Clara tersebut. Meskipun kini hubungan mereka kembali memburuk, tetapi Gaal yakin jika hubungan mereka bisa kembali membaik nantinya. Sebab keduanya sudah sama-sama terikat. Keduanya saling mempengaruhi dan saling membutuhkan sebagai pasangan. Pasti tidak memburutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk kembali berbaikan.
“Aku berharap, jika penerus Sang Jenderal Besar ini akan terlahir setelah perang usai,” ucap Gaal benar-benar terlihat mengharapkannya dengan sangat tulus. Mengingat jika situasi tersebut memang sangat masuk akal. Jika lahir dalam peperangan, pasti akan sangat sulit. Meskipun memang benar bangsa draconian memiliki begitu banyak teknologi, serta hidup dengan nyaman, tetapi rasanya jika seorang anak terlahir tengah perang pasti akan sulit bagi anak tersebut untuk tumbuh dengan baik.
Clara sendiri terlihat sangat gelisah. Jika perang selesai, besar kemungkinan bahwa bangsa Draconian sudah sepenuhnya menguasai bumi. Itu artinya manusia sudah sepenuhnya ditaklukan oleh bangsa draconian. Clara mencemaskan berbagai hal. Salah satunya adalah kemungkinan perang dan apa yang sudah dikatakan oleh Ostra sebelumnya. Di mana Ostra akan sibuk memburu para manusia. Di saat para manusia tidak mau mematuhinya, maka Ostra tidak akan berpikir dua kali untuk membinasakannya. Tentu saja itu sangat membuat Clara merasa cemas.
Clara tampak begitu gelisah, dan hal itu membuat Gaal yang menyadarinya mengernyitkan keningnya. Ia pun bertanya, “Apa yang terjadi? Apa ada yang membuatmu merasa terganggu? Jika iya, tidak perlu untuk merasa ragu. Kau hanya perlu mengatakannya padaku.”
Clara yang mendengar hal itu pun mengangkat pandanganya dan menatap Gaal yang tentu saja tengah menatap dirinya. Clara pun bertanya, “Apakah kalian bisa tidak meulai orang-orang yang kusayangi? Jangan lukai kakakku.”
Gaal terkejut karena secara tiba-tiba Clara mulai terlihat menangis dan meneteskan air matanya. Terlihat dengan sangat jelas bahwa Clara saat ini terlihat gelisah dan ketakutan atas apa yang ia pikirkan saat ini. Clara takut, jika usaha Ostra untuk memburu para manusia berhasil. Lalu kakaknya menjadi salah satu dari orang yang tertangkap. Mungkin, Clara tidak akan merasa cemas jika sang kakak adalah orang yang lemah. Clara cemas karena sang kakak benar-benar kuat, dan kekuatannya tersebut selalu ia gunakan saat merasakan ketidak adilan.
Pasti Calvin tidak mungkin akan tinggal diam saat dirinya tertangkap. Saat ini saja, Clara yakin bahwa kakaknya itu tengah berusaha untuk menyelamatkannya. Pasti bukan hal yang sulit bagi Calvin untuk mengetahui fakta bahwa Clara ditangkap dan dibawa oleh para draconian yang menjadi musuh umat manusia. Saat ini, kebencian sang kakak pada bangsa Draconian pasti sudah meningkat tajam karena kejadian ini. Clara tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya jika Calvin tertangkap oleh bangsa Draconian. Pasti semuanya akan menjadi sangat kacau balau.
Tangisan Clara tampak semakin parah, membuat Gaal yang menyadari hal itu tidak bisa menahan diri untuk menghela napas. Ia sadar betul, jika saat ini Clara tengah membutuhkan dukungan mental dari orang-orang yang ia percayai dan ia sayangi. Hanya saja, situasi saat ini sama sekali tidak memungkinkan bagi Clara untuk mengalami hal tersebut. Gaal pun berkata, “Kuharap kau jangan terlalu merasa cemas seperti ini. Sebab kami tidak seburuk yang kau pikirkan. Kami tidak membunuh tanpa alasan.”
“Tapi Ostra berkata jika dirinya akan membunuh kakakku jika dirinya bertemu dengannya,” ucap Clara mengelak apa yang sudah dikatakan oleh Gaal. Berpikir jika perkataannya sangat berbanding terbalik dengan apa yang sudah dikatakan oleh Ostra sebelumnya. Clara ingat dengan jelas, bahwa Ostra benar-benar serius dengan masalah membunuh kakaknya saat Ostra menangkahnya nanti.
Gaal memaki Ostra dalam hatinya. Padahal Gaal sudah berulang kali memberikan peringatan pada Ostra. Di mana Ostra harus bertindak dengan lebih perhatian dan lembut pada Clara yang memang tengah berada dalam kondisi mental yang bisa saja sangat lemah. Karena itulah, Gaal berharap jika Ostra bisa bekerjasama. Terlebih hubungan antara Ostra dan Clara sebelumnya sudah membaik. Seharusnya Ostra lebih berupaya untuk menjaga hubungan itu agar tetap baik.
“Jika kau mengatakannya pada Ostra, aku yakin dirinya tidak akan melakukan hal itu,” ucap Gaal. Setidaknya saat ini Gaal ingin menenangkan Clara, dan menumbuhkan kepercayaan bahwa Clara bisa mengandalkan Ostra. Mungkin saja ini bisa berhasil dan membuat Clara bisa percaya pada Ostra dan hubungan keduanya bisa kembali membaik, setidaknya seperti sebelumnya.
“Aku sudah mengatakannya. Tapi Ostra tetap seperti itu. Dia tidak mau mendengarkan apa yang aku minta. Dia … akan membunuh kakakku,” ucap Clara sama sekali tidak bisa menghentikan tangisannya yang semakin tidak terkendali mengingat dirinya merasa sangat cemas dengan keselamatan kakaknya yang mungkin saja terancam karena perburuan yang sudah dimulai tersebut. Gaal yang menyadari hal itu pun tidak bisa menahan diri untuk memejamkan matanya frustasi. Sungguh, ia tidak lagi bisa memikirkan cara untuk memperbaiki hubungan Ostra dan Clara yang rasanya semakin memburuk saja.
_____________________
“Sungguh aneh, kenapa para manusia tidak terdeteksi sama sekali?” tanya Riolo merasa jika hal ini benar-benar tidak masuk akal menurutnya. Saat ini Riolo dan Ostra memang tengah memimpin pasukan untuk melakukan penyisiran yang dimaksudkan untuk melakukan pembersihan para mhonyedt dan perburuan bagi para manusia.
Namun, hingga detik ini mereka sama sekali tidak menemukan apa pun. Tidak ada satu pun manusia atau pun mhonyedt yang mereka temui. Seakan-akan semuanya tengah bersembunyi di tempat yang sangat jauh, hingga tidak bisa terdeteksi oleh mesin canggih yang digunakan oleh mereka. Ostra mengetatkan rahangnya. “Tidak mungkin mereka semua bersembunyi dengan sebersih ini. Mereka juga tidak mungkin menghilang begitu saja seperti ditelan bumi,” ucap Ostra mengalanisis situasi tersebut.
Ostra jelas merasa jika ada yang aneh di sini. Seakan-akan ada seseorang yang datang entah dari mana. Lalu kini tengah membantu para manusia untuk bersembunyi dan menghindari pandangan serta buruan pihak mereka. Ostra mengernyitkan keningnya. Terlihat sangat serius dengan situasi yang sangat tidak masuk akal baginya ini. Namun, di saat Ostra belum menemukan titik terang dari masalah tersebut, tiba-tiba pesawat tempur yang memang tengah diparkirkan tersebut diserang oleh gerombolan mhonyedt.
Tentu saja itu sangat mengganggu bagi Ostra, tetapi membuat Riolo terlihat sangat bersemangat. Hal itu membuat Riolo segera membawa senjatanya dan berseru, “Ayo, kita berburu!”
Riolo memimpin pasukannya untuk segera melayani serangan yang dilakukan oleh gerombolan mhonyedt yang memang tengah menyerang dengan membabi buta. Riolo tampak bersenang-senang saat melayani serangan tersebut, sementara para prajurit lainnya terlihat sangat fokus dalam menjalankan tugas mereka tersebut. Ostra yang masih berada di dalam pesawat tempur pun terlihat fokus mengawasi dan memonitoring penyerangan tersebut dengan tenang. Hingga Ostra pun menyadari sesuatu.
Ostra pun menghubungi Riolo dengan alat khusus dan bertanya, “Bukankah mereka lebih kuat daripada mhonyedt yang kau bawa untuk diteliti oleh Gaal?”
“Benar. Ternyata kau masih memiliki penilaian yang sangat tajam,” jawab Riolo terlihat sangat santai dan bermain-main dengan situasi yang masih serius tersebut.
“Berhenti bermain-main, Riolo. Pastikan jika kau melumpuhkan salah satu dari mereka. Untuk sisanya habisi dan jangan membuang waktu lebih lama,” ucap Ostra memberikan perintah.
Tentu saja Riolo menerima perintah tersebut. Namun, ternyata tidaklah mudah bagi mereka untuk segera menghabisi para mhonyedt itu. Sebab ternyata mereka sangat kuat, lebih kuat daripada sebelumnya. Serangan yang biasanya bisa dengan mudah melumpuhkan mereka semua, kini tidak bisa dengan mudah membuat mereka jatuh. Bahkan untuk membuat mereka jatuh kesakitan, terasa lebih meepotkan daripada biasanya.
Namun, atas semua arahan yang diberikan Riolo, meskipun agak a lot, mereka bisa membereskan para mhonyedt tersebut dan menyisakan satu mhonyedt yang masih dibiarkan hidup walaupun berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saat itulah Ostra turun dari peawat tempur dan berkata pada Riolo, “Kalian terlalu lama. Sepertinya kalian terlalu bermalas-malasan. Padahal jelas kalian semua harus bertindak dengan gesit. Apa kalian mau dipermalukan karena kewalahan melawan para mhonyedt yang jauh lebih lemar daripada kalian?”
Ostra lalu menatap para mhonyedt yang memang sudah dibereskan oleh para prajurit dan mengernyitkan keningnya. Tentu saja ia tidak peduli dengan gerutuan yang tengah dilakukan oleh Riolo saat ini. Ia saat ini tengah fokus mengamati para mhonyedt. Ostra menyadari jika perawakan mereka berbeda daripada sebelumnya. “Mereka terlihat sedikit lebih besar daripada biasanya. Apa mungkin, masa otot mereka bertambah?” tanya Ostra.
Riolo yang mendengar hal itu pun menjawab, “Entahlah. Tapi, kurasa mereka memang bertambah kuat. Aku bisa merasakannya saat melawan mereka secara langsung. Bahkan secara mengejutkan mereka tidak mudah terluka dan sepertinya tidak merasa sakit walaupun tertembak. Ini terasa sangat aneh. Tidak mungkin kemampuan mereka meningkat dengan sangat pesat dalam waktu yang sangat singkat seperti ini.”
“Sepertinya ini akan menjadi bahan penelitian yang sangat disukai oleh Gaal. Kita harus membawanya pergi untuk diteliti lebih lanjut oleh Gaal. Kita pasti akan menemukan sesuatu yang menarik dan kemungkinan saja akan mengejutkan bagi kita,” ucap Ostra.
Riol mengangguk. Ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Osta tersebut. Karena itulah, dirinya pun berkata, “Kalau begitu, aku akan segera mengirim pakaet istimewa ini pada Gaal.”
“Pergilah. Aku akan memimpin penyisiran lebih lanjut di sekitar sini. Sebab kurasa, aku akan menemukan sesuatu jika tinggal lebih lama di sini,” ucap Ostra. Ia tampaknya memang tidak memiliki niat untuk pergi lebih dulu. Ia ingin tinggal untuk memastikan hal yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman ini.