Misteriusnya Mavro

1852 Words
“Kau sama sekali tidak bisa menarik perkataanmu lagi,” ucap Riolo terlihat sangat bersemangat karena Ostra baru saja memberikan izin padanya untuk membuka gudang senjata. Itu artinya, Riolo memang diizinkan untuk menggunakan senjata di dalam sana dengan sesuka hati sesuai dengan kebutuhan mereka yang memang tengah bersiap untuk kemungkinan perang nantinya. Ostra memang mengizinkan Riolo untuk mengatur hal tersebut, demi mempersenjatai para prajurit dengan senjata yang lebih baik. Sebenarnya senjata yang saat ini digunakan oleh para prajurit sudah sangat baik. Bahkan terawat dengan sangat baik, dan masih berfungsi dengan sangat baik. Masih bisa digunakan oleh mereka untuk menjaga keamanan dan pertahanan markas mereka. Hanya saja, Ostra merasa jika dirinya perlu untuk mempersenjatai para prajuritnya dengan senjata yang lebih baik daripada sebelumnya. Walaupun memang, entah kapan mereka berperang dan entah siapa yang akan menjadi lawan mereka nantinya. “Aku tidak akan menarik perintahku tersebut. Namun, aku hanya memberikan peringatan padamu, untuk membuat semua prajurit tetap bersiaga untuk kemungkinan perang yang meledak tanpa kita duga,” ucap Ostra. Riolo sebenarnya sama sekali tidak keberatan dengan perintah yang diberikan oleh Ostra tersebut. Sebab dirinya sendiri merasa jika itu memang sesuatu yang memang perlu mereka persiapkan. Hanya saja, entah mengapa Riolo merasa jika Ostra terlalu berlebihan. Biasanya Ostra selalu saja bersikap tenang dan penuh dengan perhitungan. Namun, kali ini Ostra sepertinya kehilangan ketenangannya hingga mengambil langkah seperti ini. Seakan-akan Ostra terdesak oleh seorang musuh yang bahkan tidak jelas identitasnya. Benar, menurut Riolo musuh mereka terlalu abstrak hingga tidak perlu terlalu dianggap sebagai kecemasan yang berlebihan seperti ini. Memang benar, mereka semua memiliki pemikiran yang sama bahwa kemungkinan musuh mereka sebenarnya adalah Si Hitam yang sebelumnya memang sudah mengkhianati mereka semua di masa lalu. Namun, itu semua hanyalah firasat dan asunsi belaka. Dengan arti lain, mereka memang belum memiliki bukti apa pun. Gaal hingga detik ini masih belum menemukan hehak atau tanda yang menunjukkan bahwa Si Hitam memang memiliki kaitan dengan masalah ini. Hal itu mendorong Riolo berkata, “Aku tau bahwa kita semua memiliki firasat dan dugaan yang sama bahwa Si Hitam adalah dalang dari semua masala yang terjadi di bumi. Mungkin saja memang Si Hitam adalah musuh kita yang sesungguhnya. Namun, aku rasa kecemasanmu saat ini berlebihan, Ostra.” Ostra yang mendengar hal itu seketika memberikan tatapan tajam pada Riolo. Ia bukannya tidak mau menerima kritik atau saran dari bawahannya. Termasuk dari Riolo. Ostra tahu jika Riolo sama-sama memiliki pengalaman di medan perang. Namun, menurut Ostra apa yang dikatakan oleh Riolo terlalu gegabah. Menurutnya, Riolo saat ini terlalu menganggap enteng situasi. Padahal sudah jelas bahwa mereka tidak bisa mengabaikan situasi saat ini begitu saja. “Benar, kita memang belum mengetahui identitas dari musuh kita yang sesungguhnya, tetapi itu malah lebih berbahaya bagi kita. Karena itulah, kita semua harus waspada dan bersiaga untuk perang yang bisa saja terjadi kapan pun. Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang menciptakan sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk musuh yang belum kita ketahui menyerang. Mereka sudah dipastikan tengah mengintai kita untuk menemukan kelemahan kita,” ucap Ostra membuat Riolo tidak bisa berkata-kata. Riolo pun memilih untuk diam. Sebab dirinya sadar jika apa yang dikatakan oleh Ostra memang benar adanya. Meskipun dirinya ingin menjawab perkataan tersebut pun, Riolo sadar jika dirinya tidak akan menang melawan perkataan Ostra. Jadi, lebih baik dirinya menutup mulutnya rapat-rapat mengenai hal itu. Lalu berkata, “Baiklah, aku akan melaksanakan perintahmu.” Ostra tentu saja mengangguk merasa puas karena Riolo pada akhirnya tidak lagi berkomentar macam-macam dan menuruti apa yang sudah ia perintahkan sebelumnya. Ostra pun menambahkan, “Setelah kau mempersenjatai para prajurit dengan senjata baru, kumpulkan mereka. Aku akan memberikan pengarahan secara langsung untuk apa yang akan kita lakukan selanjutnya.” Riolo yang mendengarnya pun merasa penasaran dan bertanya, “Apa kita hanya akan bersiaga saja di markas? Atau ada hal lain yang kita lakukan? Rasanya sangat percuma jika kita dipersenjatai dengan senjata yang baru jika hanya digunakan untuk pajangan saja.” Tentu saja apa yang dikatakan oleh Riolo tersebut membuat Ostra merasa sangat jengkel. Padahal biasanya Riolo memang sangat menjengkelkan seperti ini, tetapi sepertinya menjadi lebih menjengkelkan karena kini Ostra tengah berada dalam suasana hati yang buruk. Sedikit saja ada hal yang terjadi tidak sesuai dengan harapannya, tentu saja hal tersebut berpengaruh pada suasana hatinya. Ostra menatap tajam Riolo dan bertanya, “Apa mungkin, kau menilaiku sebagai orang bodoh?” “Aku hanya bertanya. Kenapa kau malah sensitif seperti itu? Apa kau tidak sadar jika kau saat ini bertingkah sangat menyebalkan?” tanya balik Riolo membuat Ostra mendengkus. Merasa jika dirinya memang merasa bertindak konyol sebelumnya. Ostra menghela napas dan mengurut pelipisnya. Lalu ia menjawab, “Diamlah. Lakukan saja apa yang sudah kuperintahkan sebelumnya. Aku tentu saja tidak hanya akan memerintahkan kita semua diam. Sebab jelas kita semua harus bergerak sebelum musuh kita bergerak terlebih dahulu. Untuk saat ini, kita akan mulai gerakan kita dengan membereskan para mhonyedt yang secara perlahan mulai menjadi ancaman bagi kita. Tentu saja, jika kita menemui para manusia, mereka juga harus kita tangkap.” “Hanya ditangkap?” tanya Riolo sembari mengernyitkan keningnya. “Ya. Untuk saat ini. Hanya tangkap mereka. Pastikan jika mereka tidak terlupa parah. Jika bisa, jangan sampai mereka terluka,” jawab Ostra. Riolo sebenarnya memiliki banyak pertanyaan lagi mengenai hal itu. Namun, lagi-lagi Riolo memilih untuk menahan diri. Lalu dirinya pun berkata, “Baiklah, aku akan mengumpulkan para prajurit segera setelah pembagian senjata selesai. Aku akan melapor setelah semuanya siap.” _____________________________ “Ini?” tanya Calvin saat melihat sebuah ruangan khusus yang ternyata sudah dipersiapkan secara khusus oleh Mavro. Ternyata Mavro benar-benar tidak hanya mengatakan omong kosong dan hanya merencanakan tanpa bertindak. Ternyata dirinya benar-benar melaksanakan rencana yang sudah ia susun tersebut, perihal apa yang akan mereka lakukan terhadap para mhonyedt. Kini Mavro sudah menyediakan ruangan khusus untuk melakukan penelitian, serta mengurung para mhonyedt yang memang sudah masuk ke dalam jebakan yang sudah disebar oleh Calvin dan Zayn sebelumnya. Tentu saja rencana ini juga diketahui oleh anggota kelompok yang lain, dan Calvin serta Zayn mendapatkan bantuan dari pada anggota kelompok yang secara suka rela untuk memberikan bantuan pada mereka. Tentu saja hal itu membuat Calvin sangat berterima kasih. “Benar. Itu adalah ruangan yang akan digunakan secara khsusus untuk melakukan penelitian dan eksperimen yang akan aku serta Hial lakukan pada mhonyedt untuk menjadikan mereka ebagai pasukan kita,” ucap Mavro menjelaskan. “Jadi, setiap kalian menangkap para mhonyedt, kalian hanya perlu membuat mereka masuk ke dalam ruangan yang khusus digunakan untuk mengurung mereka. Setelah itu, kami yang akan mengambil alih. Atau lebih tepatnya Mavro yang akan melakukan eksperimen. Sementara aku akan bertugas untuk memeriksa apakah mhonyedt yang akan kita kendalikan memenuhi kualifikasi atau tidak,” tambah Hial menjelaskan bagaimana caranya mereka membagi tugas. “Kami memang tidak terlalu paham mengenai istilah medis. Tapi, bisakah kalian menjelaskan secara singkat apa yang akan kalian lakukan pada para mhonyedt sebagai upaya mengendalikan mereka?” tanya Calvin ingin tahu dengan jelas sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh Mavro dan Hial. Apa yang ditanyakan oleh Calvin kebetulan mewakili apa yang dipikirkan oleh Zayn. Yang memang juga merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Mavro dan Hial. Tentu saja Hial yang mendengar hal itu pun menatap Mavro. Seakan-akan meminta persetujuan mengenai penjelasan yang akan ia berikan. Untungnya, Mavro mengangguk. Memberikan izin pada Hial untuk menjelaskannya pada rekan-rekannya. “Singkatnya, kami akan menanamkan program pada otak para mhonyedt yang sudah lolos pemeriksaan. Dengan program tersebut, tentu saja akan sangat mudah untuk mengendalikan para mhonyedt dengan program yang tertanam tersebut,” ucap Hial menjelaskan apa yang mereka akan lakukan. Zayn dan Calvin yang mendengar penjelasan tersebut pun mengangguk. Sebab keduanya sudah cukup mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Hial. Melihat hal itu, Mavro pun berkata, “Kalau begitu, mari mulai bekerja. Kita bisa kembali pada tugas kita masing-masing. Khusus diriku, aku akan memulai eksperimenku. Jika kalian ingin melihat prosesnya, kalian bisa melakukannya.” Calvin dan Zayn menggeleng. “Tidak. Sepertinya kami harus bergegas untuk naik ke permukaan karena pasti ada banyak mhonyedt yang sudah memasuki jebakan yang kita tebar,” ucap Calvin. “Benar, kami juga harus melakukan tugas kami alih-alih melihat apa yang kalian kerjakan. Itu sedikit melukai hati nurani kami,” tambah Zayn. Hial yang mendengar hal itu pun menepuk tangannya dengan semangat. “Kalau begitu, mari kita kembali ke tugas kita masing-masing!” Tak memakan waktu lama, mereka pun sudah berpencar untuk melakukan tugas mereka masing-masing. Tentu saja termasuk Mavro yang saat ini memasuki ruang penelitian khusus yang disediakan untk meneliti mhonyedt. Sudah terbaring seorang mhonyedt di meja penelitian. Mavro dengan terampil pun segera melakukan apa yang sebelumnya sudah dijelaskan oleh Hial. Yaitu menanamkan sebuah program yang diciptakan olehnya dan Hial, yang berguna untuk mengendalikan para mhonyedt ini sebagai pasukan boneka. “Tentu saja ini memang uji coba karena belum pernah dilakukan pada mhonyedt secara langsung. Tapi, aku yakin jika hal ini akan berjalan dengan sukses,” ucap Mavro sembari tetap berkonsentrasi untuk memastikan bahwa programnya yang ditanam benar-benar sempurna hingga tidak akan menimbulkan masalah apa pun di kemudian hari nantinya. Tak membutuhkan waktu terlalu lama, Mavro pun selesai dengan usahanya menanamkan program pada otak mhonyedt tersebut. Namun, alih-alih menguji coba apakah programnya itu sempurna, ia malah beranjak menuju meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan yang misterius. Ia juga mengambil sebuah jarum suntik khusus. Ia mengisi jarum suntik tersebut dengan cairan tersebut, lalu beranjak menuju mhonyedt tersebut dan menyuntikkan cairan yang entah kegunaannya untuk apa pada tubuh mhonyedt. Lalu Mavro tersenyum tipis dan berkata, “Dengan ini, tubuhmu akan semakin kuat. Ototmu akan berkembang dengan pesat dan sangat besar kemungkinan jika kemampuanmu akan sebanding dengan kemampuan para draconian.” Mavro terlihat sangat puas dengan apa yang sudah ia lakukan tersebut. Lalu ia pun memantau program yang sudah ia tanam pada otak mhonyedt rersebut. Lalu ia memberikan beberapa intruksi dan ternyata semuanya diikuti dengan baik oleh tubuh mhonyedth tersebut. Mavro yang melihat hal itu pun mengangguk dengan puas. Sebab penelitian dan eksperimen yang ia lakukan ternyata sukses besar. Sesuai dengan harapannya. “Benar, inilah yang aku harapkan. Jika terus seperti ini, aku benar-benar akan memiliki sebuah pasukan yang luar biasa kuat dan sebanding dengan pasukan yang dimiliki oleh bangsa Draconian itu,” gumam Mavro lalu dirinya pun mencatat sesuatu pada buku catatannya. Lalu Mavro mengalihkan pandangannya pada mhonyedt yang masih berbaring dengan mata yang tertutup. Sebab Mavro memang belum membangunkannya. Ia hanya memeriksa refleks tubuhnya dan itu sudah cukup memuaskan. Mavro lebih dari yakin, jika penelitiannya ini sangat sukses. Mavro menyeringai. Terlihat sangat puas dengan apa yang sudah terjadi tersebut. Ia pun bersiul pelan dan melipat kedua tangannya sembari melangkah menuju monitor rahasia yang menunjukkan setiap ruang serta area yang memang ingin dirinya pantau. “Ini benar-benar terasa menyenangkan karena semua yang kurencanakan terjadi dengan sangat mulus,” gumam Mavro sembari menatap monitor yang menunjukkan rekaman kamera pengawas drone yang menunjukkan bahwa Calvin dan rombongannya tengah berusaha untuk menangkap para mhonyedt yang masuk ke dalam jebakan. Tiba-tiba ekspresi Mavro berubah menjadi sangat misterius. Bahkan sorot matanya terlihat sangat menyeramkan. Lalu Mavro pun berkata, “Kali ini aku sama sekali tidak akan mundur atau menyerah. Aku pasti akan mendapatkan apa yang aku inginkan, apa pun yang terjadi.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD