" Gina!" seru seorang wanita yang nampak berjalan terburu- buru mendekati Gina yang langsung bangkit mendekatinya. " Kak Helen..." panggil Gina yang langsung berlari dan memeluk wanita tersebut dengan erat. " Gin... Ya Tuhan, Gin... Kenapa kamu baru ngabarin kakak? Kamu kemana aja?" tanya Helen yang juga menangis melihat adiknya setelah sekian lama dan harus dalam keadaan seperti saat ini. " Kak... Aku kira kakak marah sama aku. Aku kangen banget." " Gina... Gimana bisa kakak marah sama kamu. Kakak hanya nggak setuju kamu ikut ayah. Itu aja. Dan gimana, gimana bisa ayah sakit? Sekarang ayah dimana? Gimana keadaannya?" cecar Helen dengan sedih. Meski ia tidak lagi menghormati sang ayah karena sikapnya selama ini, namun ia tetap adalah anak dari pria tersebut dan ia akan tetap menyayangi

