63| Terakhir Kalinya

1485 Words

"HAI, Sya?" Kata panggilan termanis yang tak pernah bisa Nasya dapatkan dari orang lain selain sosok tampan berkacamata itu. Sibuk mengatur detak jantung yang saat ini tengah berpacu luar biasa gila. Mematung dengan pandangan lurus ke arah manusia tampan dengan luka lebam di bagian wajahnya, penampilan kacau yang tak penah Nasya lihat sebelumnya. Berjalan untuk kemudian berdiri dua langkah dari hadapan Derren dengan harap-harap cemas, apalagi saat hidungnya berhasil menangkap aroma alkohol yang berasal dari napas sang lawan bicaranya. Hampir saja meneteskan bulir air matanya kala dengan manisnya, Derren menatapnya lekat sembari tersenyum. "Kamu kenapa?" dari sekian banyak pertanyaan yang menyerang otaknya, hanya dua kata ini yang nyatanya mampu Nasya ucapkan. Menahan sesegukan untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD