"Ga... Tolong Ga, buka pintunya." Kala masih berusaha membujuk Lingga agar laki-laki itu mau membuka pintu kamarnya dan bertemu dengannya. Tapi lima menit sudah berlalu hasilnya tetap nihil. Laki-laki itu bersama egonya masih saja tak berubah namun, Kala sama sekali tak gentar ia terus memanggil-manggil Lingga. "Ga.... Lingga..." Krekk Pintu kamar Lingga terbuka, Kala bernapas lega. "Ga--" Lingga langsung menarik tangan Kala, membawanya masuk ke dalam kamarnya dan kembali menutup pintu kamarnya. Dan Kala yang masih setengah terkejut tak bisa melakukan apa-apa kecuali langkah kakinya yang kini sudah berbalik, bersiap meninggalkan Lingga. Kala memegang kenop pintunya, dengan sedikit tarikan saja pintu itu akan terbuka. "Tadi kamu memaksa masuk sekarang sudah aku persilakan tapi kamu m

