31. Pernikahan Kedua

1147 Words

Sejak tadi Kala masih menangis di hadapan Atma yang belum juga sadar dari pingsannya, sedangkan Lingga masih setia berdiri di samping Kala dan beberapa kali berusaha menenangkan Kala dengan menepuk bahunya perlahan. Bagaimanapun Lingga berusaha memahami perasaan Kala saat ini dan berusaha memaklumi jika cinta yang Kala punya pada Atma masih terpatri begitu dalam. "Atma baik-baik saja 'kan, Ga?" Kala menatap Lingga dengan mata yang penuh lelehan air mata. Lingga tak mengatakan apa-apa, ia hanya mengangguk dan tersenyum pada Kala. "Kal...." Pandangan Kala dan Lingga berpindah ketika mendengar nama Kala di panggil. Atma sudah sadar dan itu membuat Kala bernapas lega. Kala menghapus air matanya, tersenyum menatap Atma. "Mas? Apa yang sakit? Aku panggilin dokter ya?" ucap Kala sambil bera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD